Nazrenda Redy ©. Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 26 Januari 2014

[Download] Freemake Video Converter

Review dulu...
     Freemake Video Converter adalah tingkat pemula aplikasi video editing freemium (terlepas dari namanya) yang dikembangkan oleh Ellora Aset Corporation. Program ini dapat digunakan untuk mengkonversi format video, DVD rip video, membuat slideshow foto dan visualisasi musik. Juga dapat burn video stream yang cocok ke DVD atau Blu-ray Disc atau upload langsung ke YouTube.

Freemake Video Converter adalah sebuah aplikasi video pemula. Ia dapat melakukan tugas-tugas editing video non-linear sederhana, seperti memotong, memutar, membalik, dan menggabungkan beberapa video ke dalam satu file dengan efek transisi. Program ini juga dapat membuat foto slideshow dengan musik latar belakang. Pengguna kemudian dapat men-upload video ke YouTube.
Freemake Video Converter dapat membaca sebagian besar video, audio, dan format gambar, dan output ke AVI, MP4, WMV, Matroska, FLV, SWF, 3GP, DVD, Blu - ray, MPEG dan MP3. Program ini juga mempersiapkan video yang didukung oleh berbagai perangkat multimedia, termasuk perangkat Apple ( iPod, iPhone, iPad ), Xbox, Sony PlayStation, dan Samsung, Nokia, BlackBerry, dan perangkat mobile Android . Perangkat lunak ini mampu melakukan burning DVD dan dapat mengkonversi video, foto, dan musik ke dalam DVD video. User interface yang didasarkan pada teknologi Windows Presentation Foundation. Freemake Video Converter mendukung teknologi NVIDIA CUDA untuk H.264 encoding video ( dimulai dengan versi 1.2.0 ) .
 cukup lah basa-basi nye
Yuk disedot gan! haha

http://www.mediafire.com/download/dfpttydkgy9dp5v/FreemakeVideoConverterSetup.exe

SEJARAH HUBUNGAN RUSIA - INDONESIA

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ok, masih di hari yang sama, saya akan update pos saya tentang Sejarah Hubungan Rusia-Indonesia.
Tanpa basi-basa, eh basa basi, kita baca yok ceritanye!




      Bukti tertulis adalah catatan yang dibuat oleh pedagang Afanasy Nikitin dari kota Tver mengenai “perjalanannya melampaui tiga laut” – perjalanan ke India (pada tahun 1466-1472) menyampaikan data pertama kepada orang Rusia mengenai adanya suatu negara misterius bernama Shabot yang terletak di Asia Tenggara. Menurut pendapat para ilmuwan apa yang dimaksudkan dengan nama tersebut adalah negara Indonesia dengan pusatnya di pulau Sumatera. Dalam naskah A. Nikitin tercantum data menarik mengenai letaknya negara dongeng yang jauh itu, mengenai kekayaan alamnya, adat-istiadat dan tradisi rakyatnya. Menurut catatannya, negara Shabot yang terletak diantara India dan Cina, telah menjalin hubungan dagang dengan tetangganya dari Utara.

     Pada awal abad ke-16, Indonesia dikuasai oleh penjajah dari Eropa. Pada mulanya penjajahnya adalah bangsa Portugis. Setelah “armada agungnya” hancur pada tahun 1588, Portugis yang pada waktu itu bergabung dengan Spanyol, kehilangan Indonesia, dari tangan Portugis Indonesia direbut oleh bangsa Belanda. Lalu, Pada tahun 1602 pedagang Belanda mendirikan “Syarikat Hindia – Timur Belanda atau yang disingkat dalam bahasa Belanda, V.O.C” yang memperoleh hak untuk mempunyai tentara sendiri, mengumumkan perang, mengadakan perdamaian, mengeluarkan uang dsb. Indonesia menjadi milik Belanda selama 350 tahun. Dalam kurun waktu tersebut rakyat Indonesia memberontak 50 kali melawan penjajahan Belanda.

     Lalu pada abad ke-19, Belanda menghadapai perlawanan gigih dari rakyat Kesultanan Aceh (Sumatera Utara). Dalam usahanya memecahkan konflik Aceh dengan Belanda, Sultan Aceh mencari dukungan dari negara lainnya termasuk dari Rusia juga.

     Nah, pada tahun 1879 selagi kapal layar Rusia dengan nama “Vsadnik” berlabuh di Penang, delegasi yang terdiri dari wakil-wakil pemberontak Aceh menghubungi kapten kapal tersebut dengan permohonan; "Kepada Yang Mulia Sang Pemimpin Imperator agar negara mereka memperoleh kewarganegaraan Rusia”. Kementrian Kelautan melapor kepada Tsar mengenai permohonan tersebut yang memerintahkan mengalihkannya kepada Kementrian Luar Negeri. Jawaban Kementrian Luar Negeri kepada Kementrian Kelautan menyatakan bahwa pada saat ini Menteri Luar Negeri berpendapat bahwa tidak mungkin “membahas masalah mengenai masuknya rakyat Aceh menjadi warganegara Rusia berhubung di kemudian hari hal tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman diantara Pemerintahan Imperator dengan Belanda”.

     Pada tanggal 15 Pebruari 1904, yang mengemban tugas Konsul Rusia di Singapura, Rudanovskiy memberitahukan bahwa Sultan Aceh menyampaikan kepada Konsulat surat permohonan yang dialamatkan kepada Nikolay II tentang permohonan untuk menerima daerah kekuasaannya dibawah perlindungan Rusia.


     Kementrian Luar Negeri pada tanggal 24 April 1904 langsung menyampaikan kepada Konsulat Rusia di Singapura bahwa “menurut kesimpulan departemen kelautan yang dihubungi dalam hal ini, bahwa permohonan tersebut tidak mungkin dikabulkan. Maka berdasarkan hal tersebut dan dengan memperhatikan pula bahwa dari segi lain mengabulkan permohonan Sultan dapat menyebabkan kesulitan yang tak diharapkan dengan pihak Belanda yang mempunyai koloni di bagian selatan pulau tersebut, kami mohon agar Anda dengan perkataan yang ramah menolak usulan tersebut dari Sultan Aceh”.





     Pada bulan Januari 1949, Konferensi 19 negara Asia di New Delhi mengajukan tuntutan ke Dewan Keamanan PBB untuk memaksa Belanda membebaskan wilayah yang diduduki dan memberikan kepada Indonesia kedaulatan penuh sebelum tanggal 1 Januari 1950. Pada akhirnya Belanda terpaksa duduk di meja perundingan dengan wakil-wakil Indonesia yang diselenggarakan di Den Haag pada Agustus 1949.

     Segera setelah selesainya perundingan, pada tanggal 24 Desember 1949 Duta Besar Belanda di Moscow, Wisser, menyerahkan Nota kepada Wakil Menteri Luar Negeri Uni Soviet A.A.Gromyko, yang menyatakan bahwa sesuai dengan persetujuan yang telah dicapai di Den Haag diantara Belanda dan delegasi Indonesia pada tanggal 2 Nopember 1949 dan yang telah diratifikasikan oleh parlemen semua negara yang berkepentingan, pada tanggal 27 Desember 1949 dalam upacara resmi, Republik Serikat Indonesia akan menerima kedaulatan penuh atas seluruh wilayah Hindia Belanda dengan perkecualian New Guinea Belanda (Irian Barat), dan dengan akte tersebut Republik Indonesia Serikat akan dinyatakan sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

     Dalam Nota tersebut Pemerintah Belanda juga menyampaikan harapan bahwa “setelah pemberian kedaulatan Pemerintah Uni Soviet akan mengakui negara baru”.
Pada 27 Desember 1949 seluruh wilayah bekas jajahan Belanda, kecuali Irian Barat diserahkan kepada kedaulatan Indonesia.

     Lalu, pada tanggal 25 Januari 1950, A.A.Gromyko menyerahkan Nota Jawaban kepada Duta Wisser dimana Kementrian Luar Negeri Uni Soviet memberitahukan kepada Pemerintah Belanda bahwa “dikarenakan pada tanggal 27 Desember 1949 di Den Haag diadakan upacara penyerahan kedaulatan, maka Pemerintah Uni Soviet memutuskan untuk memberitahukan kepada Pemerintah Rebublik Indonesia Serikat bahwa Pemerintah Uni Soviet memutuskan untuk mengakui Republik Indonesia Serikat sebagai negara merdeka dan berdaulat, dan menjalin hubungan diplomatik”.

     Pada waktu yang sama A.Y. Vyshinskiy mengirim telegram kepada Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Serikat Hatta yang menyatakan bahwa “Pemerintah Uni Soviet memutuskan untuk mengakui Republik Indonesia Serikat sebagai negara merdeka dan berdaulat dan menjalin hubungan diplomatik”. Pengumuman resmi TASS mengenai pengakuan Uni Soviet terhadap Indonesia diterbitkan pada tanggal 26 Januari 1950.

     Berita mengenai akte tersebut dari Pemerintah Uni Soviet diterima di Indonesia dengan antusias. Pers Jakarta mengapresiasikannya dengan banyaknya publikasi pengumuman dan komentar. Koran ibukota “Merdeka” menerbitkan berita di halaman muka, dengan judul dengan huruf besar “Rusia Soviet mengakui Republik Indonesia Serikat” menempatkan informasi bahwa Menlu Indonesia telah menerima pengumuman resmi dari Pemerintah Rusia mengenai pengakuan Republik. Ditekankan pula bahwa tokoh terkemuka politik dan negarawan Republik telah “menilai positif pengakuan tersebut”. Beberapa anggota pemerintah dan wakil-wakil dari lingkungan penguasa di Jakarta menyampaikan pendapatnya bahwa berkat pengakuan tersebut bertambah pula kesempatan bagi Republik Indonesia Serikat untuk menjadi anggota PBB.

    Kemuadian, di tanggal 2 Februari 1950 diselenggarakan sidang kabinet menteri Republik dimana disahkan jawaban pihak Indonesia atas pengumuman Pemerintah Soviet tertanggal 25 Januari 1950. Dalam telegram jawaban Menteri Luar Negeri Indonesia M. Hatta, yang dikirim dari Jakarta ke Moscow pada tanggal 3 Pebruari 1950 mengkonfirmasikan diterimanya telegram dengan keputusan Pemerintah Uni Soviet yang mengakui Republik Indonesia Serikat sebagai negara merdeka dan berdaulat dan merencanakan menjalin hubungan diplomatik. “Menilai dengan sepatutnya keputusan tersebut, saya atas nama Pemerintah Republik Indonesia Serikat dengan rasa hormat yang besar memberitahukan bahwa kami menilai tinggi pengakuan tersebut.



     Dokumen pertama, yang merupakan suatu hasil periode awal dalam hubungan diantara Uni Soviet dan Indonesia adalah Pernyataan Bersama Uni Soviet – Indonesia yang ditandatangani pada tanggal 11 September 1956 di Moscow oleh Wakil Satu Menteri Luar Negeri Uni Soviet A.A.Gromyko dan Menteri Luar Negeri Indonesia R. Abdulgani. Isi dokumen tersebut membuktikan bahwa hubungan didirikan atas dasar lima prinsip yang diketahui oleh seluruh dunia, yaitu saling menghormati keutuhan teritori dan kedaulatan, tidak menyerang, tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing negara, persamaan dan saling menguntungkan, hidup berdampingan secara damai.

     Dalam pernyataan bersama ditandai juga dengan tercapainya kesepakatan diantara kedua belah pihak mengenai pengaturan kerjasama dalam bidang perdagangan dan ekonomi-teknik yang dilakukan berdasarkan prinsip persamaan dan saling menguntungkan. Keputusan Uni Soviet dan Indonesia untuk mengembangkan kerjasama dalam bidang budaya, melakukan pertukaran delegasi, mahasiswa dan budayawan mempunyai arti penting dalam tercapainya pengertian yang mendalam diantara kedua negara kami. Kedutaan Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia

Battlefield 4, Feel the reality!

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



     Wow, udah lama ye saya ga update nih blog. Terakhir kali update itu pas tahun 2012, udah lama amet ye? -_-"



     Udah ketahuan kan ape yang akan saya review? Yap, jika kamu menjawab BATTLEFIELD 4, kamu 1000% benar! Game ini ada jawaban untuk game Call of Duty series dimane game tersebut adalah saingan berat sang Battlefield. Peluncuran Battlefield 4 ini sudah sangat dinantikan oleh para fans FPS diseluruh dunia. Tapi, apakah game ini akan berhasil melakukannya kali ini atau seri terbarunya ini hanya sekedar
pembaharuan yang nantinya juga akan terlupakan dengan cepat? Kita lihat saja nanti kawan!

OK! tanpa basi-basa, eh basa-basi kita mulai review-nya!
Hal pertama yang ingin gua review adalah...

1. Grafik

     Seperti kebanyakan game keluaran EA, game ini bisa dibilang mempunya grafik yang paling bagus dibandingkan game keluaran Activision. Mulai dari cut-scene hingga gameplaynya yang mendekati real a.k.a dunia nyata. Hal ini untuk menyiasati Story atau jalan ceritanya.




2. Gameplay

     Masih Sama Dengan Battlefield Sebelumnya, jika kamu pernah bermain game shooter apapun maka Battlefield 4 akan terasa sangat familiar. Kamu akan mengendarai kendaraan perang, meledakkan dinding, menembak tank-tank dan ratusan tentara musuh. Seperti seri sebelumnya di seri Battlefield 4 ini, gamenya terasa lebih open dibanding dengan Call of Duty dalam hal pendekatan perangnya, namun masih belum dapat disebut sebagai open world game.




     Tapi itu bukan berarti semua senjata terasa sama, tentu saja setiap senjata memiliki “feel”nya masing-masing dan kamu akan menemukan banyak sekali pilihan dalam seri ini. Dalam Story modenya kamu dapat memilih senjata yang sudah kamu temukan selama bermain ketika mengakses ammo crate, jadi bukan senjata yang tergeletak di sekitar kamu saja yang dapat dipakai.


3. Atmosphere

     Selamat datang di Asia, Teman! Secara visual, Battlefield 4 dapat dikatakan sangat-sangat mengagumkan. Pada setting grafis tertinggi gamenya terlihat sebaik game PC lain yang pernah saya mainkan dan jalan dengan lancar. Untungnya DICE menggunakan seluruh map dengan effisien, kamu akan diajak untuk menyusuri Shanghai dimalam hari ketika hujan deras dan Singapura ketika badai tropis menerjang.



     Suara di Battlefield 4 benar-benar layak untuk diacungi jempol! Suara desingan peluru dan ledakan game ini dapat membuat tulang kamu bergetar (jika kamu menyetel suara cukup keras). Selain itu, kamu juga dapat mendengar percakapan tentara China dengan detail. Musiknya juga terbilang sangat baik, DICE memilih untuk menggunakan musik elektronik dengan sangat minimalis dan membiarkan suara asli dari suasana perang mengisi ruangan kamu.


4. Multiplayer

     Seperti seri-seri sebelumnya, pemain dapat memilih satu dari beberapa class dan melakukan kustomisasi dengan berbagai equipment. Tentu saja seiring kamu bermain dan naik level peralatan baru akan terbuka juga untuk digunakan.




     Rush, Conquest dan, Team & Squad Deatmatch masih menjadi menu utama dari multiplayernya. Terdapat menu baru yang bernama Obliteration yang nampaknya mencoba untuk mengabungkan pertermpuran dengan jumlah pemain yang banyak dengan mode Rush.


Masalah a.k.a Kendala

  China Anggap Battlefield 4 Sebagai Ancaman Besar
  Masih adanya bugs ato error di Xbox One dan Playstation 4

5. Kesimpulannya

     Battlefield 4 adalah game yang luar biasa. Kamu tidak akan menemukan inovasi yang benar-benar baru, tapi memang tidak diperlukan jika dari awalnya game ini sudah menggunakan formula yang benar-benar mantap. DICE lewat Battlefield 4 telah berhasil menambahkan potongan yang hilang dan itu adalah cerita yang menarik. Ini telah membuat Battlefield 4 sebagai seri Battlefield terbaik sejauh ini.


Selasa, 17 April 2012

Minggu, 01 April 2012

Russian T-84 & T-90

Kamis, 04 Agustus 2011

Sejarah Kota Ambon

  Pada tahun 1575, saat dibangunnya Benteng Portugis di Pantai Honipopu, yang disebut Benteng Kota Laha atau Ferangi, kelompok-kelompok masyarakat kemudian mendiami sekitar benteng. Kelompok-kelompok masyarakat tersebut kemudian dikenal dengan nama soa Ema, Soa Kilang, Soa Silale, Hative, Urimessing dan sebagainya. Kelompok-kelompok masyarakat inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kota Ambon. Dalam perkembangannya, kelompok-kelompok masyarakat tersebut telah berkembang menjadi masyarakat Ginekologis territorial yang teratur. Karena itu, tahun 1575 dikenal sebagai tahun lahirnya Kota Ambon. Pada tanggal 7 September 1921, masyarakat Kota Ambon diberi hak yang sama dengan   
  
  Pemerintah Colonial, sebagai manifestasi hasil perjuangan Rakyat Indonesia asal Maluku. Momentum ini merupakan salah satu momentum kekalahan politis dari Bangsa Penjajah dan merupakan awal mulanya warga Kota Ambon memainkan peranannya di dalam Pemerintahan seirama dengan politik penjajah pada masa itu, serta menjadi modal bagi Rakyat Kota Ambon dalam menentukan masa depannya. Karena itu, tanggal 7 September ditetapkan sebagai tanggal kelahiran Kota Ambon.
                                   Sejarah Penentuan Lahirnya Kota Ambon
  Hari lahir atau hari jadi kota Ambon telah diputuskan jatuh pada tanggal 7 September 1575 dalam suatu seminar di Kota Ambon. Bagaimana penentuan hari jadi kota kita yang telah berumur ratusan tahun itu, sejarahnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Bahwa yang mengambil inisiatif atau gagasan untuk mencari dan menentukan hari jadi atau hari lahir Kota Ambon adalah Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Ambon Almarhum Letnan Kolonel Laut Matheos H. Manuputty (Walikota yang ke- 9).

  Untuk itu dikeluarkannya Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah tingkat II Ambon tertanggal 10 Juli 1972 nomor 25/KPTS/1972 yang diubah pada tanggal 16 Agustus 1972, yang isinya mengenai pembentukan Panitia Khusus Sejarah Kota Ambon dengan tugas untuk menggali dan menentukan hari lahir kota Ambon. Kemudian dengan suratnya tertanggal 24 Oktober 1972 nomor PK. I/4168 selaku Panitia Khusus Sejarah Kota Ambon menyerahkan tugasnya itu kepada Fakultas Keguruan Universitas Pattimura untuk menyelenggarakan suatu seminar ilmiah dalam rangka penentuan hari lahir Kota Ambon.

  Selanjutnya pada tanggal 26 Oktober 1972 Pimpinan Fakultas Keguruan mengadakan rapat dengan pimpinan Jurusan Sejarah dan hasilnya adalah diterbitkannya Surat Keputusan Dekan Fakultas Keguruan Universitas pattimura tertanggal 1 Nopember 1972 nomor 4/1972 tentang pembentukan Panitia Seminar Sejarah Kota Ambon. Seminar sejarah ini berlangsung dari tanggal 14 sampai dengan 17 Nopember 1972, dihadiri oleh kurang lebih dua ratus orang yang terdiri dari unsur-unsur akademis, Tokoh Masyarakat dan Tokoh adat serta aparat Pemerintah Kodya Ambon maupun Provinsi Maluku.

Rabu, 20 Juli 2011

Tentang Kodam XVI/Pattimura Ambon

Kami adalah Komando Daerah Militer di Maluku. Kodam kami berada di Maluku, tepatnnya di Ambon. Kodam kami meliputi beberapa pulau, yaitu:
1. Pulau Ambon
2. Pulau Haruku
3. Pulau Saparua
4. Pulau Seram
5. Pulau Buru
6. Pulau Wetar
Kodam kami juga mempunyai beberapa kepulauan, yaitu:
1. Kep. Banda
2. Kep. Gorong
3. Kep. Watubela
4. Kep. Kai
5. Kep. Aru
6. Kep. Tanimbar
7. Kep. Babar
8. Kep. Damar
9. Kep. Leti
10. Kep. Lucipara

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates
Halo - Busy